A SIMPLE MINDED PERSON

18 Desember 2018

Bangtan Bubar????

Suatu hari di Cinemax, menyaksikan film Burn The Stage,

Me : [Menatap ke layar dengan penuh rasa iri sama Bangtan] Gua iri deh sama mereka
Friend : Kenapa?
Me : They live their life
Friend : [Ngangguk Paham]

Saat berhasil mendapat apa yang kita inginkan, melangkah ke tempat yang kita cita - citakan, bukan berarti segalanya langsung bisa berubah menjadi baik. Bisa jadi segalanya tetap akan terasa salah atau malah jadi lebih buruk dari sebelumnya.

Judulnya provokatif, yes, tapi gak bubar kok mereka, cuma hampir bubar. Dan pernyataan mengejutkan ini diucapkan langsung oleh Jin saat BTS mendapat penghargaan Artist of The Year 2018 dari Mnet. Dia mengakui bahwa di awal tahun mereka sangat lelah secara mental. Wajar sih, saya yang liat mereka dari kejauhan aja sering bertanya - tanya, "Apa mereka gak capek?"

Hmmm, gimana ya, hasil dari kerja keras mereka memang luar biasa banget dan mereka pantas mendapatkan itu semua, gak perlu diragukan lagi, tapi popularitas itu gak bertahan selamanya, pasti ada perasaan takut untuk berubah jadi 'a has been' makanya mereka mau berhenti saat berada di puncak. Belum lagi soal minimnya privasi. Juga pasti ada tekanan untuk tampil sempurna setiap saat, kesalahan kecil aja punya dampak yang mengerikan, karena yang mereka lindungi sekarang bukan cuma nama sendiri, tapi juga keluarga, perusahaan, dan bahkan negara. Padahal mah manusia emang tempatnya salah dan dosa, ya gengs. 

Btw, kalian pernah liat pendapat saya soal lagu Fake Love gak, sih? Kalo belom, diliat ya, disini. Karena menurut saya, lagu itu sepertinya adalah yang mereka buat saat mereka hampir bubar. Lagu yang menggambarkan soal pressure yang mereka dapet.

Ini video pas BTS speech yang mengharu biru itu, bukan link resmi, jadi kalo ilang ya mohon maap.


Tapi sepertinya Bangtan sudah cool sekarang, kan, buktinya mereka perpanjang kontrak mereka untuk tujuh tahun ke depan. Yahh, mungkin kalau setelah tujuh tahun mereka akan bener - bener bubar, saya rela, gak tahu kalo yang lain mah. Semoga setelah itu mereka bisa menikmati kehidupan lain yang mereka harapkan. Mereka udah ngebantu banyak jiwa yang kering dan hampir lupa kalau masih punya harapan, saatnya mereka menolong diri mereka.

Oh, soal iri sama hidup Bangtan, masih iri, pasti. Gimana enggak iri, mereka bisa hidup sambil menjalankan mimpi mereka, dibayar mahal pula. Tapi setelah speech ini, saya jadi tersadar kalo semua itu diraih dengan blood sweet and tears *tetiba ada suara Jimin pitamnunmul

Cheers for Bangtan!

Jangan lupa nonton BTS Movie Love Yourself, ya. Ahahahahahahaha

10 Desember 2018

BTS - IDOL

Nah, ini dia Idol versi tradisional. Ooooh, ternyata mereka simpen versi ini untuk panggung akhir tahun toh. Keren banget gak, sih, panggung BTS di MMA 2018 lalu? Feestival yang meriah, keren dah sumpah. Ini ada link, tapi gak resmi, jadi kalo ilang ya maap - maap ya, versi resminya belom keluar soalnya.


Tapi gak salah juga, sih, dugaan saya soal lagu Idol ini bakalan kerena kalo dibawain di panggung akhir tahun. Tapi yang gak saya duga adalah mereka membawakan lagu ini dengan versi yang berbeda. Dan beberapa jam yang lalu, Bangtan TV mengeluarkan video versi mereka, bagus nih gambarnya.


Sutradara JK juga sebelumnya sempet ngeluarin video versi latihan. Btw, video bikinan JK makin keren dah.


Kabarnya untuk panggung ini Big Hit sampai merogoh kocek $270 USD atau sekitar 3 milyar Rupiah. Widiw!! Baru tahu ternyata masalah pendaan panggung itu ternyata harus biaya dari agensi sendiri, ya.

06 Desember 2018

DRUGS

Hai, aku di masa depan, gak bisa ya kamu sebentar aja kesini dan kasih aku petunjuk. Bingung loh, aku ini sekarang. Harus apa, kemana, gimana. Kamu beneran udah berhasil melalui semua ini? Hebat. Jago juga ya kamu, eh, aku.

Ada gak sih obat untuk menghilangkan rasa khawatir berlebih soal masa depan? Rasanya mau muntah tiap kali berpikiran yang aneh - aneh secara berlebihan. Hmm...

Untuk obat ketawa sementara ada duo P.O sama Mino. Padahal udah berkali - kali liat liat video yang sama, tapi masih aja ketawa ngakak. 

27 November 2018

Mr Sunshine


"Kemerdekaan dan kedaulatan dari sebuah bangsa tidak mungkin diraih sendirian. Setiap warga negara harus membantu terciptanya cita - cita tersebut. Mereka yang rela mati demi cita - cita tersebut dengan dan/atau tanpa gelar dapat dikatakan sebagai seorang pahlawan."

Mr. Sunshine bisa dibilang sebagai drama yang dipersembahkan untuk mereka yang pernah melindungi Joseon gak, sih? Ya, walaupun sekarang kemungkinan besar banyak dari mereka yang udah gak ada, tapi gak ada salahnya mengingat perjuangan mereka.


Karena drama ini, saya mengesampingkan rasa tidak suka pada Lee Byung Hun, karena awalnya saya gak mau nonton drama ini karena dia pemeran utamanya, haha, padahal pengen banget liat Kim Tae Ri sama Yeo Yoon Seok. Jadinya dilema, deh. Dan saya juga bukan penggemar drama buatan Kim Eun Sook, karena biasanya drama dia kan agak cheesy, walaupun saya suka Goblin (thanks to Grim Reaper's Couple) dan Lovers in Paris (thanks to Lee Dong Gun).

Drama 24 episode ini bercerita mengenai 5 orang Joseon dengan latar belakang, kisah, tujuan, dan luka yang berbeda - beda. Si Mr. Sunshine ini sendiri adalah Kapten Korps Marinir US yang ternyata adalah seorang budak pas dulu tinggal di Joseon, Choi Yu Jin nama aslinya. Ibunya meminta dia lari sejauh - jauhnya saat mereka sekeluarga sedang disiksa oleh sang majikan. Yu Jin kecil lari ke US dibantu oleh seorang misionaris sampai akhirnya dia mengganti namanya menjadi Eugene Choi, mendapatkan kewarganegaraan US sana dan bahkan menjadi tentara. Karena suatu hal, Eugene dan atasannya, Kyle Moore, ditugaskan ke Joseon. Nah, di Joseon ini Eugene ketemu sama Go Ae Shin, cucu dari Guru Raja Gojong yang patriotik abis. Karena pandangan yang berbenturan maka mereka saling meragukan satu sama lain awalnya. Tapi setelah saling mengenal dan mengerti luka masing - masing, akhirnya mereka berteman baik dan saling membantu.


Itu baru dua karakter utamanya, masih banyak karakter lain yang kisahnya gak kalah menarik. Ada Gu Dong Mae, anak seorang jagal yang lari ke Jepang dan jadi Samurai kejam. Kim Hui Seong, anak orang paling kaya di Joseon yang supel tapi agak nyebelin. Hina Kudo si pemilik Glory Hotel yang sebetulnya adalah orang Joseon. Dan salah satu yang paling menarik perhatian saya, Jang Seung Goo, seorang penembak yang punya dendam kesumat sama Raja dan negaranya.


Disini Yeo Yeon Seok jadi maco gitu dah, caem, tapi hobinya nebas kepala orang, hih. Tobat mas, tobat.

Saya mau kasih tau beberapa scene favorit dari drama ini. Eh, tapi kalo episode 1 itu gak bisa di screen capture, ya. Karena dari awal sampe akhir itu favorit semua. Haha


Ini adalah scene dimana akhirnya Eugene kasih tau Ae Shin kalau di Joseon dulu statusnya adalah seorang budak, dia melarikan diri untuk menghindari majikannya yang kejam dan sedikit pandangan dia soal Joseon. Yang paling menyayat hati adalah pertanyaan dari Eugene berikut :

E : Joseon is the country that killed my parents. It's the one I escaped from. That's why I wanted to crush it, leave it, and go back to my homeland which is America

E : This country you're trying to protect, who is it for? Is there a life for butchers? Is there a life for slaves? 

Dan Ae Shin, cuma bisa nangis karena dia bingung. Matanya terbuka selebar - lebarnya mengenai pemberlakuan kasta sosial di negara yang sangat dia cintai itu. Dan saya sebagai penonton pun ikut menangis dan tertegun atas pertanyaan itu.

Nah, mulai dari episode 19 perang mulai intens, nih. Buanyak banget scene yang bikin hati saya jadi linu. 


Istri dari Jang Seung Goo harus membayar mahal tindakan heroiknya. Dia dibunuh dan diiket di jembatan untuk dijadikan contoh. Dan tiap ada adegan orang meninggal begini pasti deh lagunya Hwang Chi Yeul - How Can I Forget You, kan jadi nambah sedih.


Raja Gojong dipaksa turun takhta, yang dilanjutkan dengan kematian Jang Seung Goo yang melindungi sang Raja dan rakyat Joseon berduka cita. Sumpah deh, mungkin karena ngikutin drama ini dengan serius dari awal, jadi berasa saya juga keilangan negara, sedih.


RIP Hina Kudo a.k.a Lee Yang Hwa, Haengrang, Haman-daek, padahal harapan terakhir mereka beruda adalah bisa berpegangan tangan TT.TT


Warga sekitar bersatu melindungi Lady Ae Shin yang sedang berduka. Di bagian ini ada VO dari Eugene yang isinya kira - kira mengatakan bahwa warga Joseon belum berubah, bahkan di hadapan kekalahan mereka masih berdiri dengan berani dan melawan musuh. Pas liat scene ini, saya sama sekali gak ngerasa bahwa mereka stupid ataupun gila, mereka melindungi keluarga mereka walaupun yang tersisa tinggal semangat dan keberanian.


Saat Gwan Soo menyebutkan (atau lebih tepatnya meneriakkan dengan histeris) satu per satu nama - nama Pasukan Kebenaran yang gugur di hadapan Raja, bukan jenazah yang dia bawa, hanya rentetan nama, tapi dukanya sebanding.


Dramanya habis, tapi perjuangannya belum. Keren sih drama ini, terbaik dari Kim Eun Sook, usahanya luar biasa.

Eh, iya, ketinggalan beberapa hal :



Gu Dong Mae ini salah satu karakter yang jujur aja kurang saya pahamin visi dan misinya, hahahaha. Dia gak peduli soal perebutan takhta dan dia juga kayanya gak peduli apa dia orang Jepang atau Joseon. Dia juga kayanya gak peduli sama perang yang lagi berkecamuk. Dan dia juga bukan pendukung dari salah satu kubu, tapi dia juga bukan penghianat. Yang saya pahamin, dia ini tergila - gila sama Ae Shin, udah. Karakternya simpel, yes. 


Saya tahu kalo Byun Yo Han ini aktingnya emang bagus, tapi di drama ini doi superb dah. Kim Hui Seong keliatan seperti seorang Tuan Muda Flamboyan yang gemar buang - buang uang, mabuk dan judi, tapi ternyata isi kepalanya itu rumit. Dia gak suka saat Kakeknya dengan semena - mena menginjak harga diri orang yang kastanya lebih rendah, tapi dia juga gak bisa berbuat apa - apa. Makanya tiap kali ada orang yang siram dia pake aer karena kesel sama Kakeknya atau Ayahnya, dia cuma bisa bilang, "Ini karma keluargaku." 


Suka heran sama penghianat kaya gini, apa gitu ya yang ada di kepalanya. Kisah mereka apa gitu, loh, sampe mereka bisa tega menjual negaranya sendiri. 

Mungkin kita gak bisa mempelajari sejarah dari drama ataupun film, karena mungkin, mungkin saja ada beberapa hal yang ditambah atau dikurang untuk kepentingan drama atau film tersebut. Tapi drama ataupun film sejarah seperti ini adalah salah satu kunci supaya kita merasa penasaran dan mulai mencari tahu lebih jauh. Drama Sageuk pertama saya adalah Dae Jang Geum, dari situ saya mulai penasaran dan belajar baca Hangeul lalu belajar sedikit sejarah Korea. See? Drama based on sejarah itu luar biasa, loh.

Perasaan saya nonton drama Mr. Sunshine ini mirip sama perasaan saya nonton dokumenter peperangan. Pertanyaan yang saya ajuin pun mirip, "Perang untuk apa, sih? Perang untuk siapa sebetulnya?"

Hmmm, untung saya gak hidup di masa itu. Jadi saya gak perlu ngerasain hal - hal menyedihkan yang ditimbulkan dari peperangan.

14 November 2018

BOHEMIAN RHAPSODY

 Conclusion : Ay-Oh!
Rating : 4 of 5

Pasti banyak yang penasaran sama film ini karena liat trailernya yang keren, kan? Keren, sih, si Rami Malek di film ini kaya kesurupan Freddie Mercury. Walaupun menurut saya Freddie yang asli tentu masih jauh lebih keren. He's a legend after all.

Walaupun gak lahir di era Queen, pasti banyak diantara kita (kita?) kenal atau setidaknya tahu siapa itu Queen dan Freddie Mercury serta penggalan 'kisah' dia. Kita juga pasti tahu beberapa lagu terkenal mereka. Saya pribadi, pertama kali denger lagu Queen pas SMA, Bohemian Rhapsody. Dalam benak SMA saya, lagu ini menciptakan adegan berdarah - darah diantara keluarga yang kurang harmonis. Saya juga masih inget waktu itu mikir kalo lagu ini agak aneh tapi kok ya bikin penasaran. Kalimat paling ngena di lagu BoRap menurut saya sekarang ini adalah : Mama, I don't wanna die, I sometimes wish I'd never been born at all. Aneh, bagaimana lagu yang sama bisa menimbulkan perasaan berbeda saat didengarkan di waktu yang berbeda.

Banyak yang bilang film Bohemian Rhapsody ini kurang greget, kurang menggambarkan musikalitas Queen, dan banyak bagian (cerita) yang kaya mengarang bebas. Saya pikir film ini secara keseluruhan bagus, bahkan saya ngerasa nonton 1 kali itu kurang makanya saya sampe nonton 2 kali, pertama kali untuk menikmati ceritanya dan kedua kali untuk menikmati musiknya. Setelah nonton 2 kali, saya akhirnya ngerti kekecewaan dari beberapa orang tersebut. Memang ada beberapa hal yang aneh, kesannya jadi bikin si Freddie Mercury ini rada nyebelin dan member yang lain bersih seputih malaikat. Jadinya kurang seimbang gitu, loh. Well, tapi setidaknya Bohemian Rhapsody ini berhasil menggiring publik yang tidak begitu mengenal Queen jadi penasaran dan mencari tahu lebih lanjut soal band legendaris ini. Dan mungkin karena Bohemian Rhapsody juga pasti banyak orang yang mulai cari tahu lagu-lagu Queen, kaya saya yang jadi suka banget sama Love of My Life dan Radio Ga Ga. Dan karena Bohemian Rhapsody ini juga saya tahu kalau cinta sejati Freddie Mercury adalah seorang cewek bernama Mary Austin. Ini kisah cinta dan pertemanan yang tulus dan bikin terharu, sih.

Beberapa adegan di film ini berhasil membuat saya mewek jelek. Pas adegan awal denger lagu Doing Alright, udah nangis aja. Pas Freddie nyanyi BoRap sendiri pake piano, nangis lagi. Pas Freddie setel lagu Love of My Life unutk Mary, nangis. Nangis paling parah pas konser Live Aid, padahal ya lagunya jingkrak-jingkrakan, kok ya nangis, heran juga. Ditambah lagi pas Freddie bilang, "So long and goodbye!" nangis lagi. Yaelahhh diriku ini apa banget deh.

Oh, saya nonton video Live Aid duluan sebelum film ini, supaya bisa membandingkan semirip apa. Bisa dibilang 80% mirip loh, keren. Sampe gelas - gelas di atas piano itu juga dibuat sama. Liat deh.


Kalo personil Queen masih lengkap, mereka adalah salah satu band yang paling ingin saya saksikan secara live.

12 Oktober 2018

TODAY

Musisi yang paling ingin saya saksikan perform secara langsung adalah : Muse, IU, BTS. Ya, bilang gini kan siapa tau aja ada yang mau bayarin gitu. Siapa Udinnnnn??

So, hari ini saya cuti karena ada keperluan pribadi. Saya pikir akan memakan waktu lama, ternyata cuma sebentar. Nah, karena udah terlanjur ajuin cuti jadi saya memutuskan untuk berkeliaran sendiri aja. Eh, tapi ini berkeliarannya cuma di dalem mall aja, sih. 

1. FIRST MAN 

Hal yang pertama saya lakukan adalah nonton film First Man, salah satu film dalam daftar wajib nonton saya. Entah karena saya nonton film berjudul First Man atau gimana, tapi saya yang pertama kali dateng ke bioskop. Pak Satpamnya belom buka pintu saya dan seorang bocah kuliah yang keliatannya masih semester 1 udah nunggu dengan wajah datar. Dan pas masuk ke dalem studio pun saya orang pertama yang masuk. Berasa milik sendiri dah tuh bioskop, jadi menghayal pingin punya home theater, kan. 


Awalnya saya ragu, kenapa gak ada yang masuk ke studio ini, matik aja deh kalo harus nonton sebatang kara, takut, gelap gila. Saya bener - bener kicep pas liat studio itu kosong dengan cahaya remang - remang. Akhirnya saya duduk di deretan paling depan dulu, baru sekitar 10 menit kemudian ada orang dateng dan saya duduk di tempat sendiri, hehehehehehe, dasar pengecut. Eh, tapi pas jam saya nonton itu emang sepi, sih. Cuma ada sekitar 6 orang yang nonton First Man. Kalo saya perhatiin kebanyakan anak - anak sekolah pada nonton Film horror Asih *wanita yang suka mencuri dengar *ga bakal kena azab kan?


Tentang film First Man sendiri, saya tertarik karena dulu pas masih kecil punya cita - cita jadi astronot. Gapapa, cita - cita mah boleh setinggi langit, kan. Cita - cita jadi astronot itu sendiri ya karena Neil Armstrong, manusia pertama yang mendarat di bulan. Di film ini, Mr. Armstrong digambarkan sebagai seorang pria lempeng idealis dan juga sentimental, seorang pekerja keras yang akhirnya dipercaya memimpin pasukan Apollo 11 melakukan percobaan pendaratan di bulan.

Mimpi Amerika soal menginjakkan kaki di bulan itu ternyata butuh banyak biaya dan waktu. Dan karena hal itu, pendaratan di bulan ini menimbulkan banyak protes dimana - mana, belum lagi udah beberapa astronot meninggal akibat uji coba. Sebetulnya ini hal yang baru buat saya, karena gak pernah mempelajari latar belakang soal pendaratan di bulan makanya saya baru tahu kalo ini pernah menimbulkan aksi protes. 

Terlepas dari banyak orang percaya bahwa pendaratan di bulan hanyalah hoax belaka, saya pikir ini film yang cukup asik. Banyak istilah fisika atau sains yang gak saya paham, jadi kalo mereka ngomong salah juga ya saya gak ngerti. Banyak adegan yang  membuat saya terharu, pidato singkat JFK, adegan terakhir dimana istri Mr. Armstrong keliatan lega pas liat suaminya berhasil  balik ke bumi (tatapan dia tuh kaya, 'Babe, gua gak peduli lo mendarat di bulan atau matahari sekalipun, yang  paling penting tuh lo balik lagi ke keluarga lo.') 

Dan Ryan Gosling ini aktingnya bagus juga yak, belom  banyak nonton film dia, sih, baru Lalaland, Lars and The Real Girl, sama First Man ini. Btw film First Man ini agak mengingatkan saya sama film Sully.

2. ZIARAH TOKO BUKU

Karena ada waktu jeda 1 jam sebelum nonton film, makanya saya memutuskan untuk ke toko buku. Dari depan ke belakang, saya telusurin. Dan akhirnya memutuskan untuk membeli 2 buah buku. Tapi kemungkinan masih bakal agak lama saya mulai baca buku ini, karena sekarang lagi fokus ke Untuk Negeriku, ottobiografinya Bung Hatta, udah mulai baca buku ke 3, sih.


Am I There Yet saya beli karena halaman ini. Saya ketawa cekikikan pas liat halaman ini dan langung berpikir, "Oh, this is my shit."


Kalo The Little Prince saya beli karena pengen aja, padahal udah tahu juga ceritanya kaya gimana. Karena sebelumnya saya pernah nonton film berjudul The Little Prince yang berdasarkan sama novel ini. Filmnya bagus, deh, terharu saya menyaksikannya.

Pas di toko buku ada segerombolan anak sekolah yang selalu histeris tiap liat buku soal BTS. Kan jadi pengen ikutan ngobrol, tapi malu, disangka tante - tante gajebo nanti.

***

Film lain yang lagi saya tunggu - tunggu ada lumayan banyak nih :
Bohemian Rhapsody, Burn The Stage The Movie (semoga masuk Indonesia), The Nutcraker, Mary Queen of Scotts, Fantastic Beast 2, A Star Is Born. Ettt dah, banyak juga. Dan ada 1 film yang saya tau pas udah abis - Muse : Drones World Tour. Saya merasa sebagai fans yang gagal TT.TT

Oh iya, saya juga udah pesen majalah Time yang covernya BTS. Keren deh fotonya, ala ala The Beatles gitu. Dan BTS diperkenalkan sebagai Next Generation Leaders, wow. Cek disini artiket lengkapnya. Dan kalo saya dapet majalahnya, saya mau pamer di blog. Hehehehe.

29 September 2018

NAMJOON'S SPEECH HIT ME HARD

Why? Because it's too personal and it happens to me.

"I used to look up at the night sky and wonder, and I used to dream the dreams of a boy. I used to imagine that I was a superhero who could save the world. In an intro to one of our early albums, there's a line that says, 'My heart stopped when I was maybe 9 or 10.' Looking back, I think that's when I begin to worry about what other people thought of me and start seeing myself through their eyes. I stopped looking up at the night skies, the stars. I stopped daydreaming. Instead, I just tried to jam myself into the molds that other people made. Soon, I begin to shut out my own voice and started to listen to the voices of others. No one called out my name and neither did I. My heart stopped and my eyes closed shut. So, like this, I, we, all lost our names. We became like ghosts."

I always ask myself, "What's the purpose of me? Why do I even come into this world? Is this really the life I want?"

Like Namjoon, I used to dream a lot. I thought I can conquer the world and help people one day. But now I couldn't even find the purpose of myself. I have lost my way, I have lost my soul, I have lost my youth. Maybe this is the phase of adulting and every adult ever through the same thing. Worrying about anything. 

"So now I urge you to speak yourself. I'd like to ask all of you - what is your name? What excites you and makes your heart beat? Tell me your story. I wanna hear your voice. I wanna hear your conviction. No matter who you are, where you're from, your skin color, your gender identity, just speak yourself. Find your name and find your voice by speaking yourself."

I wish he will give a nice motivation speech on Ted Talks one day.

24 September 2018

BTS & UN



https://www.soompi.com/article/1235485wpp/bts-encourages-youth-historic-speech-launch-unicefs-generation-unlimited-un-general-assembly

I am a proud fan.

Sama sekali gak pernah kepikiran kalo BTS, idol group, akan duduk di ruangan itu dan berpidato. Sebelum mereka, mungkin saya dan orang - orang lainnya akan berfikir bahwa Kpop dan UN sama sekali gak ada korelasinya, sama sekali sesuatu yang gak mungkin dan gak perlu ada dalam satu kalimat. Tapi BTS membuat hal itu terjadi.

Jadi, BTS diundang sebagai Duta Persahabatan UNICEF ke Majelis Umum PBB sehubungan dengan peluncuran gerakan 'Generation Unlimited', mungkin karena ini ada kaitannya sama kampanye Love Myself mereka tahun lalu. Dan mereka - diwakili oleh RM - diberikan kesempatan untuk berpidato mengenai kampanya Love Myself mereka itu. 

Sebagai fans, saya bangga karena mereka menggunakan pengaruh mereka yang besar untuk hal - hal yang baik. Mereka gak pernah membuat Army kehabisan bahan untuk diomongin, hahaha. Kalo saya, bagian yang paling disuka dari speech itu adalah 'What excites you and makes your heart beat?'

08 September 2018

SEPTEMBER PLAYLIST

Karena ada terlalu banyak hal yang sukar untuk diungkapkan. Maka pada saat tertentu beberapa lagu bekerja dengan baik untuk setidaknya menjadi teman yang mengerti hal yang sukar diungkapkan tersebut. 

1. idontwannabeyouanymore - Billie Eilish
2. Hallucinating - Elohim
3. Epiphany - Jin BTS
4. Talk to Me - Cavetown
5. Lust of Love - Lana Del Ray
6. Home is Far Away - Epik High
7. Adult - Sondia
8. Dear Insecurity - Gnash ft Ben Abraham
9. Sufjan Stevens - Fourth of July
10. Something - George & Gan Hae In

25 Agustus 2018

BTS ALBUM - LOVE YOURSELF ANSWER

*Karena sakit, baru sempet nulis blog

Beberapa jam sebelum MV Idol tayang, saya baru tahu kalo lagu ini bakalan ada unsur Afrika Selatannya. Dan pas pertama liat MV Idol, saya pikir bunyinya jauuuhhh dari apa yang saya bayangkan. Dari teasernya, saya mikir kalo ini lagu bakalan tradisional abis, gaya - gaya pansori gitu, haha. Tapi justru yang saya inget pas pertama kali denger lagu ini adalah lagu Waka Waka dari Shakira.

Hmmm, pas pertama kali denger lagu ini rasanya kaya, "Kok, all over the place gini, ya?" Tapi setelah dua sampai tiga kali denger, saya baru bisa meresapi lagu dan arti dari lagu Idol ini. Wah, saya salut sama BTS yang selalu coba hal - hal baru.

Menurut saya, lagu ini bercerita soal gak ada orang yang bisa membuat mereka berhenti mencintai diri mereka dan fakta bahwa mereka adalah orang Korea. Unsur - unsur budaya Korea keliatan banget di MV Idol ini. Mulai dari tarian, bagian budum badam budum badam, hanbok, make up penari latar, dan beberapa hal lainnya.

Lagu Idol ini emang gak bersuara sesuai apa yang saya bayangin, tapi ini lagu yang asik. Saya suka, MVnya juga saya suka. Dancenya pun saya suka. Jin makin hari makin cakep juga saya suka, hahahaha. Bakalan keren nih lagu kalo dibawain di panggung penghargaan akhir tahun.

Saya belom denger semua lagu dari Album ini, karena masih tergila - gila banget sama lagu Epiphany dari Jin. Ini adalah lagu yang saya tunggu - tunggu versi fullnya di Album. Dan ternyata lagu ini Jin sendiri yang tulis, sesuai dugaanku. 

Lebih suka Idol atau Fake Love? Idol, lebih ceria.

09 Agustus 2018

TRAILER - LOVE YOURSELF : ANSWER (EPIPHANY)

Udah liat kan semua? Udah liat kan? Finally! Hari yang ditunggu datang juga. Suka banget sama lagu ini.MV-nya simple, super simple. Liriknya itu yang bikin saya tertarik.


Entah udah berapa kali saya puter ulang MV ini. Suka bangetttt.

Pasti semua tahu kan, kalo Jin pernah ada nyanyiin lagu judulnya Awake di album Wings. Lagu itu menggambarkan rasa tidak percaya diri seorang Kim Seok Jin. Mungkin karena dia merasa kurang oke kalau dibandingkan sama temen - temennya yang lain. Dan di lagu ini, si Epiphany (pencerahan) ini, akhirnya dia menyadari bahwa mencintai diri sendiri itu sungguh penting adanya. Yoi gak.

Nih lirik versi translate-nya :

So weird, I for sure loved you so much
Adapted to you with everything
I wanted to live my life for you
But as I keep doing that I just can't bear the storm inside my heart
The real myself inside the smiling mask, I reveal it entirely

I'm the one I should love in this world
Shining me, the precious soul of mine
I finally realized so I love me
Not so perfect but so beautiful
I'm the one I should love

I want to love them in this world 
Shining me, the precious soul of mine
I finally realized so I love 
Not so perfect but so 
I'm the one I should love

Liriknya simple, ya, tapi ngena. Sebetulnya makna dibalik sebuah lirik lagu itu kan bisa jadi sangat subjektif. Bisa jadi saya bilang A, yang lain bilangnya R. Tergantung situasi masing - masing pendengar. Nah, kalo menurut sisi subjektif saya, lagu ini tentang kita harus lebih mencintai diri sendiri. Karena at the end of the day, kita hidup itu kan ya sama diri kita sendiri. Kita memimpin kehidupan pribadi masing - masing. Kalo gak bisa deal sama diri sendiri, jadinya pasti akan terus ngerasa kurang dan salah, sebaik apapun sebetulnya hal yang sudah kita perbuat. 


Itu part yang paling saya suka, waktu air hujannya balik lagi ke atas. Kaya seolah ahirnya dia bilang,"Ah, yasudahlah. Cukup."

05 Agustus 2018

HALO AGUSTUS

Selalu bingung mau ngapain tiap weekend. Padahal itu waktu yang berharga banget, kan. Dapet 2 hari libur itu gak berasa banget, tiba - tiba udah Senin lagi aja. Palingan kalo weekend itu bersih - bersih rumah terus masak terus ziarah mall, buang - buang duit. Maunya dapet weekend yang berfaedah, misalnya pergi ke museum gitu. Tapi yang paling penting itu keluar rumah, menyegarkan diri. Mau pergi kemanapun itu, yang penting angkat pantat dari kursi. Yeah, mungkin minggu depan. Saya akan pikirin mau kemana minggu depan nanti.

1. My ID Is Gangnam Beauty

Super excited pas tahu kalo webtoon I Am Gangnam Beauty bakal dijadiin drama. Berharap banget Yoo In Na dan IU yang bakal meranin Mi Rae dan Soo Ah, walaupun gak mungkin, sih, hehe. Dan pas pertama kali liat jajaran pemeran untuk drama ini, agak gimanaaaa gitu. Cha Eun Woo? Saya sering banget denger tentang dia, cakep, tapi untuk meranin Do Kyung Suk? Mukanya terlalu ramah, gak, sih? Hahahaha.

Akhirnya tayang juga drama ini. Udah jalan 4 episode dan sejauh ini saya suka. Dan gara - gara drama ini saya jadi penasaran sama Cha Eun Woo. Karena setiap dia muncul, saya gak abis pikir kenapa dia bisa cantik dan tampan di saat yang bersamaan. Wow. Ceritanya sama kaya di webtoon, bedanya di drama diceritain lebih jauh soal orang tua Mi Rae (hal yang selalu bikin saya penasaran). Im Soo Hyang sebagai Mi Rae itu cocok banget, walaupun mukanya gak bisa dibilang 'Gangnam Beauty'. Jo Woo Ri juga bukan yang cantiknya bikin waw, kaya di webtoon, tapi akting muka dua dia keren banget. 

Karena penasaran sama Cha Eun Woo, saya sampe liat Radio Star dan Knowing Brothers dimana dia jadi guest. Ternyata, woah, bukan cuma cakep, dia juga pinter. Saya kagum soal dia selalu cari tahu tentang latar belakang orang - orang yang akan dia temuin di sebuah acara. Wahh, dia ini kaya karakter manga gak, sih? Irie Naoki live version? Wkwkwkwkwk

2. My Mister

Akhirnya nonton My Mister. Ternyata drama ini bagus, banyak pelajarannya. Ini drama yang warm dan bikin hati cenat cenut. Saya suka semuanya dari drama ini. Fakta bahwa IU akhirnya menemukan karakter yang pas juga bikin saya happy. Gak tahu kenapa saya gak terlalu suka kalo IU meranin karakter yang sok imut atau kekanak - kanakan, karena gak cocok aja, sih. Hal lainnya yang saya suka dari drama ini adalah hampir semua karakter digambarkan abu - abu, gak ada orang yang 100% jahat atau baik, seperti di kehidupan nyata.

Di 4 episode awal, saya masih gak paham, 'Ini drama apaan, sih? Mau cerita apaan, sih?' Mulai paham pas masuk episode 5 dan merasa beruntung banget nonton drama ini pas udah tamat, kalo gak, bisa uring - uringan nungguin update dari drama ini tiap seminggu sekali. 

Oh, iya, ini bukan drama romantis, ya. Gak ada hubungan cinta - cintaan antara karakter IU dan Lee Sun Kyun, walaupun secara terang - terangan Lee Ji An (IU) bilang dia suka sama Park Dong Hoon (Lee Sun Kyun). Mungkin karena Ji An ngerasa baru kali ini ada orang yang bener - bener memperlakukan dia selayaknya manusia normal. Ini drama yang bener - bener berccerita soal manusia dan rahasia mereka. Suka banget sama drama ini. Harusnya saya gak perlu ngeraguin Kim Won Suk lagi, hampir semua drama arahan dia saya suka. 

3. Indonesia Open 2018

Walaupun suka badminton, ini adalah pertama kali saya nonton secara live di lapangan. Wahhh, keren. Jagoan saya dari dulu sampe sekarang itu kan selalu Hendra Setiawan, tapi dirinya gak masuk babak semifinal, sedih deh. Tapi saya jadi punya jagoan baru, Chen Yufei dan Kento Momota. Saya suka mereka bukan karena skill main mereka aja, udah masuk di ajang Internasional itu berarti udah orang - orang pilihan, kan. Saya suka mereka karena attitude di lapangan, gak ada nyerahnya. Berjuang sampe akhir, keren. 

4. Asian Games 2018

Ini yang gak sabar saya tunggu. Sebenernya banyak banget pertandingan yang mau saya liat secara live. Tapi karena waktu dan budget tidak memungkinkan, akhirnya saya pilih renang dan diving aja buat ditonton. Gak sabarrr.

5. Another Comeback for BTS

Gilesihinimerekaudahmaucomebacklagiaja. Kalo gak salah bakalan comeback tanggal 25 Agustus ini, ya. Terus abis itu konser, deh. Gosipnya mereka tahun depan, sih, konser disini. Di GBK, sih, gosipnya. Tapi gak tahu, kan namanya juga gosip. 

Untuk comeback ini berarti giliran Jin yang nyanyi solo dong, kan? Iya, kan????? Uyeahhh!

16 Juni 2018

DEAR MOON

Dear Moon, My Moon
Can't get any closer
Like the moon I can't reach
Even with fast paced walking

Oh moon, like moon
Why won't you go away?
I try to run away and run
But you're like the moon that follows me[]

Dear Moon adalah salah satu soundtrack drama My Mister. Saya belum liat dramanya, karena saya bukan penggemar akting IU, walaupun saya cinta banget sama musik dia. Pemeran yang lain memang menjanjikan, sih. Tapi masih ragu aja mau nonton. Padahal katanya drama ini bagus. Mungkin nanti pas ada waktu senggang.

Lagu ini ditulis oleh IU dan komposernya adalah Jehwi. Di drama My Mister sendiri, yang menyanyikan lagu ini adalah Jehwi. Saya udah denger 3 versi dari lagu ini.

Yang pertama kali saya denger adalah versi IU :


Yang kedua adalah versi Minseo yang saya kenal karena lagu Yes :


Dan yang terakhir adalah versi soundtrack (Jehwi) :

10 Juni 2018

JUNE PLAYLIST

Kalo disuruh milih bisa punya kekuatan super apa, saya mau pilih 'Anti Capek'. Jadi gak perlu tidur dan bisa main terus. Sungguh mimpi yang kekanak - kanakan.

1. Moon Byul feat Seulgi - Selfish

Lagi suka banget sama lagu yang gak sengaja muncul di rekomendasi Youtube saya ini. Sayang lagu Selfish ini belum muncul di Spotify. Lagunya lucu terus MVnya kocak dan childish. Masa Moon Byul sama Seulgi dipalak dua bocah bandel. Lagunya cerita tentang mereka mau jadi egois, bukan dalam arti yang jahat. Mereka mau berhenti dengerin apa kata orang dan gak mau menyesuaikan diri dengan standar dunia. Intinya sih, egois untuk jadi diri sendiri. 


2. Pray (I'll Be Your Man) - BTOB

Kalo lagu ini gak sengaja keputer di playlist Mix Spotify saya. Awalnya gak ngerti apa arti dari lagu ini. Tapi musiknya itu asik. Pas bagian lirik I'll be your man ada drop yang asik gitu *padahalmahgakngertimusik *sok-sok-ana-aja. Kalo diliat dari liriknya, sih, kayanya ini cowo berdoa buat pacarnya yang udah meninggal gitu. Si cowok ini minta ceweknya dikembalikan ke pelukannya. Tapi, kan, mas, udah meninggal, mas. 

Lagu ini punya MV sendiri, walaupun sampai detik post ini ditulis saya belum pernah juga liat MV dari lagu ini. Untuk yang penasaran, saya kasih, deh.


3. To My Youth - Bolbbalgan4

Lagi - lagi saya tahu lagu ini karena gak sengaja keputer di playlist Mix Spotify. Awalnya saya pikir Bolbbalgan4, Mamamoo, dan  Momoland adalah sebuah grup yang sama, ternyata beda, ya. Tapi masih belum tahu bedanya apa. Yah, kapan - kapan, deh, saya cari tahu. 

Lagu ini gak punya MV, sayang sekali. Lagunya sendiri bercerita tentang masa muda yang indah namun kadang menyakitkan. Yup, another coming of age story. Eh, tapi masa muda itu emang membingungkan gak, sih? Ya, bingung aja, pencarian jati diri. 

Mau rekomendasi, nih, film Korea judulnya 1987. Saya memutuskan untuk nonton film 1987 karena video ini :


Mereka bahas Along With The Gods VS 1987. Saya jadi penasaran sama 1987 karena sebelumnya saya udah pernah nonton Taxi Driver tentang daerah Gwangju di tahun 1980an. Saya rasa 1987 ini pasti masih ada hubungannya sama kejadian Gwangju itu, masih soal rezim militer di KorSel. Ternyata, ada sedikit hubungan dengan Gwangju. Dan yang bikin saya penasaran juga adalah saya rasa kejadian 1987 Seoul ini mirip dengan gerakan 1998 Jakarta. Tapi untuk kualitas film antara 1987 dengan Dibalik 1998 sendiri, ya, masih bagusan 1987 kemana - mana, ya. Hehe

Btw, Along With The Gods juga bagus, tuh. Awalnya saya penasaran karena castnya oke punya. Eh, ternyata ceritanya, elah, sedih bener dah. Pas awal - awal saya nonton, saya langsung matiin di bagian pembalasan dosa pertama, gak tahu kenapa takut aja nontonnya. Tapi karena penasaran balik lagi nonton dan tahan - tahanin biar gak takut di setiap adegan pembalasan dosa.

Dah ah, besok hari Senin, nih.
Kerja
See you!

09 Juni 2018

WASTING TIME

Barusan aja, saya baca - baca postingan lama di blog ini. Blog yang dimulai tahun 2012 ini sebetulnya blog ke dua saya. Blog pertama saya yang udah meninggal itu isinya bener - bener kaya sampah, makanya saya hapus. Tapi nyesel juga, loh, hapus blog itu. Padahal kan itu bisa jadi kenang - kenangan gitu. Kenangan masa alay. Walau sampe sekarang pun saya masih tetep alay.

Anyway, setelah baca postingan lama di blog ini saya tertegun juga, karena waktu cepet banget berlalunya. Kayanya baru kemaren saya nulis post soal bolos uas, eh tiba - tiba udah tahun 2018 aja. Ada beberapa post yang saya hide, karena setelah dibaca ulang itu gak pantes buat dipublikasi. Dari situ aja saya tahu kalo ternyata tingkat kepedulian saya udah meningkat, walaupun sedikit. Hahahahahaha

"Wow, saya belum mencapai apapun."

Itu adalah hal pertama yang saya bilang ke diri sendiri. Bukannya saya gak mencapai apapun. Di waktu yang udah berlalu itu, saya mendapatkan banyak hal dan menuju ke banyak tempat yang gak saya duga. Hanya satu hal itu yang masih menghantui saya, menjadi seorang penulis. Hufth! Akhirnya saya memberanikan diri lagi untuk berterus terang soal apa yang mau saya lakukan. Karena selama ini saya bener - bener takut menulis satu kata impian itu. Tapi, jadi penulis itu harus jujur, kan. Kalo gak jujur tulisannya keliatan palsu, gak tulus, ga enak dibaca. Beberapa buku dan tulisan yang saya baca juga selalu bilang supaya kita jujur sama diri sendiri.

Saya cuma mau curhat sedikit karena lumayan kaget liat ternyata udah 6 tahun berlalu sejak pertama blog ini dibuat.Harus dirayain ga, sih?

01 Juni 2018

INVASI BANGTAN SONYEONDAN [Part 3 : SONGS THAT MAKE ME BLUSHING]

Gak tahu kenapa saya baper dan tersipu malu pas pertama kali denger (dan liat artinya) lagu BTS berikut ini. Lagu itu berasa kaya mereka buat khusus buat saya gitu *halu parah.

1. 21st Century Girl

All my ladies put your hands up                          All my ladies put your hands up
Isipilsegi sonyeo hands up                                   21st century girls, hands up
All my ladies put your hands up                          All my ladies put your hands up
Now scream                                                         Now scream


Salah satu penampilan panggung BTS yang paling saya suka dan bikin saya masuk ke fandom selain Mic Drop. Di penampilan ini, si Suga kocak banget deh, antusias gitu gayanya, kaya bukan Suga. Tapi yang paling saya suka pasti liriknya. 21st Century Girl ini mengajak ladies untuk percaya diri dan lebih mencintai diri sendiri, tidak perduli apa yang orang lain katakan.

2.  Converse High

Saya gak terlalu suka pake converse, karena kaya anak sekolah jadinya. Tapi karena lagu ini saya jadi berfikir buat beli sepatu converse, converse high lebih tepatnya. Belom beli, sih, sampe sekarang, kan masih mikir. Mikirnya agak kelamaan, ya.

Untuk lagu ini, liriknya sendiri saya gak terlalu suka, biasa aja gitu, maksudnya. Yah, you know, semacem lirik lagu buat nge-flirt cewek gitu, biasa aja. Tapi gak tau kenapa ya suka aja. Dan penampilan panggung BTS untuk lagu ini juga gak ada yang terlalu saya suka padahal. Saya pure suka lagunya dan blushing pas awal - awal denger lagu ini. Hahaha, gak jelas.

Nih ye, cuplikan liriknya, versi yang  udah di translate aja tapi

If I had only one day
I will go see the person who created Converse Highs
Then I'll tell that person,you saved the world
You made that girl born again
F your Chanel F your Aleander Mcqueen
F your Raf Simons, just come here and check it
You can buy two pairs with just 100 dollars, you know what I want
White t-shirts, jeans and red Converse Highs, that's it

3. Just One Day

Sebenernya untuk posisi ketiga ini saya agak bingung milih antara Like atau Just One Day. Dua - duanya sama - sama kaya lagu flirting, sih, abisnya. Tapi si Just One Day ini kaya lebih manis dan personal gitu. Lagunya bikin curiga, mungkin ini perasaan pribadi mereka dan mereka punya pacar atau seenggaknya gebedan pas bikin lagu ini. Saya bukan tipe fans yang perduli sama kehidupan pribadi artis yang saya suka, termasuk soal urusan hati semacem begini, loh ya. Cuma penasaran aja. Wkwkwkwk. Semoga suatu hari nanti Bangtan bisa dengan terbuka bilang kalo mereka atau salah satu diantara mereka itu ada punya pacar tanpa perasaan bersalah ini itu.

Just One Day ini juga sama kaya Converse High, saya gak suka - suka amat sama liriknya, tapi gemes aja gitu,loh. Berikut cuplikan lirik yang sudah di translate :

If only I had just one day I want to peacefully fall asleep
Intoxicated wih your sweet scent
If there's a chance in my busy schedule I want to put my body in your warm and deep eyes
I like that your long, straight hair
Your breathtaking neck when  you put it up and the strands that fall out
Wherever we go, my handbag is your waist
You my honey, whenever I see you I run out of breath

Masih ada 1 atau 2 part lagi yang mau saya buat khusus untuk lagu Bangtan.
Oke ciao!

19 Mei 2018

BTS ALBUM - LOVE YOURSELF : TEAR


Hoel!

 

Waktu Singularity resmi diluncurkan di Youtube, saya langsung suka lagu dan MV-nya dan ngerasa kalo itu Taehyung banget. Setau saya dia emang menikmati hal - hal berbau seni yang semacem gitu. Karena kebetulan saya juga menikmati hal - hal semacem itu, makanya saya bisa langsung suka. Untuk MV Singularity itu saya sama sekali gak perduli soal teori, sih, cuma berusaha untuk menikmati lagu dan MV-nya aja.

Dan kemudian muncullah Fake Love. Saya gak bisa bilang kalo saya langsung suka sama lagu yang satu ini, karena yang ada di kepala saya itu langsung ke teori, dance moves, dan betapa keren MV Fake Love itu sendiri, artsy gimanaaaaaa gitu. Untuk teori, ku menunggu seorang master yang dapat memecahkan misteri dari teori yang berserakan dimana - mana ini. Hehehehe

Setelah beberapa kali denger dan memperhatikan liriknya jadi suka. Fake Love ini adalah perpaduan antara Blood Sweet and Tears sama DNA, gak sih? Tapi rasanya si Fake Love ini lebih personal gitu. Saya ngerasa di Fake Love ini mereka ngomongin soal pressure yang mereka dapet sebagai seorang idol atau public figure karena, ya, publik memperhatikan setiap gerak gerik mereka. Apalagi public figure yang udah sekelas Bangtan, kan. 

Jadi, menurut saya, Fake Love itu seolah mereka lagi ngobrol sama ego mereka. Ego mereka untuk mendapatkan hal - hal yang lebih dari yang sekarang, ego mereka untuk tidak memperlihatkan kelemahan mereka, ego mereka untuk terus mengejar pengakuan dari semua orang, sampai lupa siapa sebenarnya mereka yang asli, apakah si ego ini atau mereka sendiri? Mereka sekarang hanyalah boneka dari si ego ini dan gak tahu kapan harus berhenti. Salah satu gerakan dance Jhope yang seolah dia lagi bercermin itu kayaknya memperjelas semua maksud dari lagu ini, deh.

Semua lagu di album ini keren. Liriknya semua oke punya, lah. Tapi saya teteplah punya lagu favorit dari album ini :

1. Airplane pt. 2
Saya selalu suka saat Bangtan membuat lagu dan bercerita mengenai mereka. Gaya bercerita mereka tuh menyenangkan gitu. 

2. Anpanman
Lagunya kocak, suka, suka. Berharap ini bakalan kaya Go Go

3. The Truth Untold
Kirain kalo duetnya sama Steve Aoki lagunya bakalan ajeb ajeb, ternyata ballad. Keren nih lagu, jadi keinget House of Cards.

Ada satu lagu judulnya Magic Shop yang so sweet abis. Magic Shop ini adalah lagu kedua dari Bangtan untuk Army setelah 2! 3!. Di lagu ini mereka kaya berterima kasih sama Army, karena udah suka sama mereka dan lagu mereka.

Btw, mereka bakalan perform Fake Love pertama kali di BBMAS 2018 dan dinominasikan kedua kalinya untuk Top Social Artist Award. Arrrggghh, gak sabar liat panggung comebacknya. Eh, jangan lupa ngevote, ya. Disini

Well, album yang sangat ditunggu - tunggu ini ternyata sama sekali tidak mengecewakan (buat saya setidaknya). Terus, lebih suka Love Yourself : Tear atau Her? Hmmmm, saya lebih suka dark concept semacem ini. Bukannya Love Yourself : Her itu gak bagus, bahkan Mic Drop adalah lagu yang bikin saya masuk ke dalem fandom. Tapi, lagu - lagu di album sebelumnya agak terlalu generic aja *pelototin DNA* Di album yang sekarang juga ada beberapa lagu yang masih belum bisa saya bilang suka, sih. Tapi kayanya di setiap album selalu begitu, kan? Sesuai selera masing - masing.

Okeh, Bye!
Saya akan update lagi kalo ada yang terjadi sama hidup saya. 
Love Yourself, Love Myself, Peace!

01 Mei 2018

MENYAMBUT MEI

Mei

Ramadhan, comeback BTS, my 26th birthday. Semua yang ditunggu datang di bulan yang sama. Berkah? Semoga!

Akhir - akhir ini ..........
Biasa aja, gak ada yang istimewa. eh, ada deng, belanja untuk keperluan rumah. Karena gak lama lagi renovasi rumah selesai, saya mulai mempersiapkan isi dari rumah itu. Seru! Gak sabar banget rasanya walaupun selalu diledekin, "Emang berani tinggal di rumah sendirian?" Untuk sekarang sih, dengan mantap saya bilang berani. Tapi gak tahu apa yang akan terjadi selanjutny. Hehehehe

Bulan April saya juga berhasil menyelesaikan 4 buku ; Resign by Almira Bastari, Kisah Hidupku by Andy Noya, Semua Untuk Hindia by Iksaka Banu, Ubur - Ubur Lembur by Raditya Dika. Keempat buku itu saya tutup dengan senym gembira, karena semuanya bagus. Yang paling berkesan adalah si Ubur - Ubur Lembur. Menurut pandangan sotoy saya, ini adalah novel Raditya Dika yang paling dewasa. I don't know, mungkin karena saya bisa relate banget sama isi buku dia yang kali ini. Jadi rasanya sangat berkesan. Zuperrr

Dan kalian Army, udah tahu kan Bangtan bakalan comeback 18 Mei nanti? Terus mereka bakal tampil di BBMA 2018. Terus ada world tour juga (semoga Indonesia termasuk). Another busy year for them. Btw, kalian udah nonton Burn The Stage? Dokumenter dari kehidupan Bangtan di belakang panggung selama Wings Tour. Profesional emang beda, ya. Di belakang panggung padahal udah sakit banget, tapi pas naik panggung kaya gak terjadi apa - apa. Di belakang panggung debat sampe nangis, pas di atas panggung harus balik jadi tim yang solid lagi. Wow! Salut sih. BTS adalah salah satu performer yang selalu saya kagumin, karena mereka selalu keliatan enjoy kalo lagi ada di atas panggung.

Ramadhan! Siap - siap kita tambah pahala! Udah pada siap puasa, kan? Atau malah jangan - jangan udah pada siap Lebaran? Beli baju baru dan nyetok kue dari sekarang? Hahahahahahahahaha. Mending pikirin ibadahnya aja dulu.

Eh, satu lagi, Beberapa waktu lalu saya ikut tes kepribadian MBTI dan hasilnya saya INFP - si idealis dan penyembuh. Pas baca - baca soal INFP ini, saya senyum - senyum sendiri sambil mikir, "Lah, iya, gua banget ini sih." Terus saya jadi mikir lagi, kok tes dengan beberapa pertanyaan sederhana seperti itu bisa dengan tepat menggambarkan kepribadian saya, ya? Hebat banget, sih, yang bikin tes semacem ini.

Mau bikin review, deh. Tapi bingung antara mau review film Along With The Gods atau drama Eulachacha Waikiki atau keempat buku yang terakhir saya baca. Hmmmmmmmm, mikir keras, ujung - ujungnya gak ada satupun yang di review.

Ah, sudahlah, sudah jam 1 pagi. Kita lanjutkan lain kali. Besok harus ngantor. Huammmm! Bye!

11 April 2018

INVASI BANGTAN SONYEONDAN [Part 2 : SONGS THAT MAKE ME JUMP]

Kembali lagi dengan list super subjektif ala nunadina. Silakan lihat part 1 di sini. Kali ini saya mau kasih tau 3 lagu Bangtan yang (menurut saya) paling asik, bikin pengen joget dan jejingkrakan. Ketiga lagu ini dari album lama mereka. Walaupun saya fans kemaren sore, tapi saya ngerasa ada perubahan style (konsep) dari lagu yang mereka buat di album lama dan beberapa album terakhir. Ada yang ngerasa juga soal perubahan ini?

1. THE RISE OF BANGTAN (ATTACK ON BANGTAN)

Ini semacam lagu salam perkenalan ala BTS gitu. Garang dan PD banget, ya, salam perkenalannya.

Uriga nugu? jingyeogui Bangtansonyeondan (Who are we? The rising BTS)
Uriga nugu? geobeobsi jibeosamkinda (Who are we? We will swallow you without fear)
Cuz we got fire, fire, fire
Get higher, higher, higher
Uril moreundamyeon jedaero aradwo (If you don't know us, get to know us well)
Uriga nugu? nugu? Jingyeogui bangtan(Who are we? Who? The rise of Bangtan)


2. JUMP

Judulnya aja udah ngajak kita buat lompat. Lagu ini gak punya MV dan nyari video stage performance di YT juga gak banyak. Jump adalah salah satu lagu dari album Skool Luv Affair yang rilis tahun 2014. Saya suka banget sama style Jin di era ini, nih.


(Let’s jump!) Throw your hands up and scream together, pump it up
(Let’s jump!) Throw your hands up and scream together, jumpin up
(Let’s jump!)  Let’s jump
(Let’s jump!)  Pay attention
(Let’s jump!)  Put your hands to the sky and scream together, jumpin up 

3. BOYZ WITH FUN

Awal - awalnya berasa kaya lagu tari kecak gak sih? Cak cak cak cak, heu heu tak tak heu heu tak tak, gitu. Hmmm, atau emang referensinya dari tari kecak, yah? Boleh uga.


Gak tau kenapa lagu - lagu mereka itu bisa membuat sebuah hal sederhana jadi terasa istimewa. Gaya bertutur mereka tuh unik dan jujur. Kadang malah terasa terlalu gamblang, No More Dream, contohnya.

Yeah, ketiga lagu di atas menurut saya adalah yang bisa banget bikin saya tiba - tiba joget jelek gak jelas. Asik sendiri berasa dunia cuma saya penghuninya. Hehe

25 Februari 2018

FEBRUARI PLAYLIST

#LateReview
Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali (dasar manusia banyak alesan :p)

1. RECUERDAME - CARLOS RIVERA (OST COCO)

Gak sengaja denger lagu Remember Me di Spotify, cari tahu dan ternyata itu adalah soundtrack dari film animasi Coco yang katanya bagus. Makanya saya coba cek trailernya. Saya tertarik dengan ide ceritanya, seorang anak kecil yang masih hidup tapi bisa menyebrang ke tanah orang mati. Latar belakang budaya Meksiko dan lagu yang bagus juga jadi faktor menarik untuk saya. Karena saya pelit, kalo mau nonton film di bioskop jadi sangat selektif. Maklum, saya pekerja kantoran biasa yang ngumpulin receh demi keberlangsungan hidup.

Filmnya bagus, lucu, sedih. Yang bikin sebel cuma ada film pendek Frozen sebelum Coco-nya sendiri dimulai. Saya yang memang gak ngikutin Frozen jadi senewen sendiri dengan durasi dari 'film pendek' Frozen ini. Gak cuma saya, sih, orang yang duduk di sebelah saya juga sama, keliatan gelisah dan terus - terusan berdecak sebel. Anyway, karena lagu Recuerdame ini saya jadi belajar sedikit gimana cara baca tulisan Spanyol dengan benar.

2. A MILLION DREAMS - ZIV ZAIFMAN (OST THE GREATEST SHOWMAN)

Saya bukan penggemar berat sirkus, tapi trailer The Greatest Showman ini keliatan sangat menarik. Makanya saya langsung nonton pas filmnya mulai tayang di bioskop Indonesia. Arghh, filmnya keren. Mulai dari adegan awal aja saya udah dibikin kagum, pas line pertama Hugh Jackman yang "Ladies and Gent This is The Moment You've Waited For", saya langsung bales dengan "Wow, oke, gua gak buang - buang duit kesini".

I close my eyes and I can see
The world that's waiting up for me
That I call my own
Through the dark, through the door
Through where no one's been before 
But it feels like home

Cause every night I lie in bed 
The brightest colors fill my head 
A million dreams are keeping me awake
I think of what the world could be
A vision of the one I see 
A million dreams is all it's gonna take
Oh, a million dreams for the world we're gonna make

3. BERMUDA TRIANGLE - ZICO feat CRUSH, DEAN

Bukan lagu baru, tapi lagi suka banget aja.

Don't let'em in let'em in, get out of my zone 
We we we never know 
We we we never talk
We we we criminal

Partnya Dean itu yang paling saya suka.

4. AMEN - RICH BRIAN

Karena bahkan temen saya yang gak terlalu suka hip hop pun bilang kalo Rich Brian ini bagus, saya kan jadi penasaran. Dan, yeah, dia bagus. Suaranya berat terus flownya keren, liriknya juga bagus. Pantesan ya dia terkenal. Saya lebih tahu kakak dia, sih, Sonia Eryka, yang sejak jaman dahulu kala (hiperbola) suka saya kepoin blognya.

Kayanya itu aja.
Sekarang ini saya sangat mengharapkan Comeback BTS dan konser mereka (kalo ada dan kalo bisa Indonesia juga dikunjungin). Yang bikin saya penasaran pasti lagu dan konsep mereka. Eh, btw, #nunaplaylist ini terinspirasi dari #RMplaylist. Gak saya sangka selera saya dan RM soal lagu kebanyakan sama, loh. Apakah kami.........

04 Februari 2018

GO BACK COUPLE

Saya pernah tulis cerita yang mirip sama drama satu ini, tapi agak beda di beberapa bagian. Walaupun ide besarnya sih, sama. Saya jadi ngerasa, apa ide-ide cerita saya terlalu pasaran, ya? Ah, biar, walau idenya pasaran tapi kalau bisa dieksekusi dengan baik pasti hasilnya akan baik juga. Seperti drama yang satu ini. Bikin mewek di setiap episode.

Premis dari drama 12 episode ini adalah pernikahan dua orang yang saling mencintai tetapi tidak berjalan seperti apa yang diharapkan, maka mereka memutuskan untuk bercerai. Hanya saja mereka ini sebetulnya masih saling mencintai, tapi tidak tahu bagaimana cara menyelesaikan masalahnya. Dan ada kekuatan entah dari mana yang membuat mereka kembali lagi ke masa kuliah, saat pertama kali mereka jatuh cinta. Akankah mereka jatuh cinta untuk yang kedua kalinya?

Hmmm, udah ketebak akhir cerita ini bakalan kaya gimana. Tapi, proses mereka menuju ke arah kembali jatuh cinta seperti dulu itu yang menarik untuk diikutin.

CAST:

Jang Nara as Ma Jin Joo
Son Ho Jun as Choi Ban Do
Kim Mi Kyung as Go Eun Sook (Jin Joo's mother)
Chang Ki Young as Jung Nam Gil
Ko Bo Gyeol as Min Seo Yeong

Apa, sih, yang sebenarnya membuat drama ini pantas untuk ditonton?

1. Chemistry, Chemistry, Chemistry

Ma Jin Joo dan Choi Ban Do

The 3 Idiots

The Girls Squad

Ma Jin Joo dan Jung Nam Gil

Ma Jin Joo dan Ibunya

Choi Ban Do dan Anaknya (Chemistry terimut)

2. Storyline

Jika kita diberi kesempatan untuk kembali ke masa lalu, hal apa yang akan kita lakukan? Pasti banyak yang menjawab memperbaiki hal-hal yang 'pernah salah'. Sama halnya dengan Ma Jin Joo dan Choi Ban Do. Setelah menyadari bahwa mereka kembali ke tahun 1999, hal paling pertama yang mereka pikirkan adalah bagaimana caranya untuk tidak perlu lagi berhubungan dengan satu sama lain. Karena mereka berpikir bahwa cinta dan pernikahan mereka adalah sesuatu yang salah. Namun, apakah takdir akan tinggal diam dan membiarkan mereka merubah masa depan? Tentu tidak.

Dramanya bagus, walaupun di bagian akhir agak, meh. Gak tahu kenapa jarang banget ada drama Korea yang bagian akhirnya bisa bikin saya bener - bener puas. 

3. OST

Salah satu OST yang paling menonjol di drama ini adalah Song of  the Wind dari Sohyang.


4. Pesan Moral

Setiap masalah pasti ada jalan keluarnya. Solusi terbaik adalah duduk bersama dan bicara sejujur - jujurnya dengan kepala dingin. Jangan pernah menumpuk masalah, selesaikan segera secara tuntas saat ada masalah yang terjadi. Dan yang pasti, jangan pernah membuat keputusan saat kita sedang dalam keadaan sedih dan marah.

Dan salah satu scene terbaik jatuh pada..............


Di scene ini, Choi Ban Do mengatakan salah satu hal yang dulu tidak bisa dia ungkapkan, for the sake of gak mau bikin Jin Joo tambah sedih. Padahal kaloooo aja dia bilang soal ini dari dulu........

Dan drama ini bakal tayang di Line Today, loh. Tapi lupa mau screen capture beritanya TT.TT