Cemacem

17 Februari 2017

[REVIEW] MY GRANDMOTHER ASKED ME TO TELL YOU SHE'S SORRY

by: Fredrik Backman
Rating: 4 stars

Elsa pernah bertanya, apakah menjadi berbeda itu salah? Nenek berkata bahwa menjadi berbeda itu bagus, dan teman-temannya saja yang bodoh. Lalu Nenek berkisah tentang dunia yang berisi pahlawan dan makhluk negeri dongeng. Negeri istimewa yang hanya bisa dikunjungi anak-anak istimewa. Semenjak itu, Elsa sering pergi ke negeri dongeng kapan pun dia mau, bersama Nenek, tentunya.

Sampai suatu saat, Nenek tak bisa lagi menemani. Nenek harus pergi, sangat jauh, sendiri. Sebagai permintaan terakhir, Nenek mengirim Elsa untuk menjalani sebuah misi. Misi khusus yang hanya sanggup dijalankan oleh Elsa dan kelak bisa mengubah jalan hidup siapapun yang terlibat di dalamnya.

 ***

Elsa tidak seperti seorang anak yang hampir berusia delapan tahun kebanyakan. Dia tidak seperti teman bermain sebayanya. Dia berbeda. Dia terlalu cepat dewasa. Karena itulah dia dijauhi dan tidak memiliki teman selain Nenek. Tidak ada yang mau berteman dengan dia. Kata mereka, dia tidak bisa membaur.

Karena itu, saat Nenek pergi Elsa marah. Marah karena Nenek tidak berusaha mengatakan padanya jauh-jauh hari bahwa dia mengidap kanker. marah karena Nenek mati. Terlebih lagi Elsa marah karena Nenek tidak pernah bercerita soal masa lalunya dan meminta dia untuk menyampaikan permintaan maaf pada banyak orang. Hanya dongeng-dongeng Nenek yang bisa dijadikan sebagai petunjuk arah dalam misi besar ini.

Novel ini mengajarkan kita untuk saling memaafkan dan menjadi sedikit lebih dewasa. Sedikit saja. Karena masih ada banyak hal yang jauh lebih penting dibandingkan dengan saling bermusuhan satu sama lain.

So, Elsa adalah seorang pecinta Star Wars, Harry Potter, dan pahlawan-pahlawan super dalam komik Marvel. Mengenakan syal Gryffindor kemanapun dia pergi. Seorang pengamat yang baik. Dan yang pasti, usianya hampir delapan tahun saat ini. Orang tuanya bercerai dan sekarang dia tinggal di sebuah flat bersama Ibu, Nenek, George, dan adiknya yang masih di dalam kandungan. Selain itu, dia juga tinggal bersama para tetangga satu flat yang ternyata memiliki sifat dan masa lalu yang cukup unik dan menegangkan.

Nenek Elsa adalah seorang mantan dokter untuk daerah-daerah konflik. Super berantakan, tidak bisa mengeja dengan baik, tidak perduli apa yang dibicarakan orang, perokok berat, sedikit flirty, pembuat onar, dan berbeda 180 derajat dengan putrinya - Ibu Elsa - dan orang lain manapun yang dia temui.

Awalnya, saya agak pusing baca novel ini, karena ceritanya dicampur aduk dengan dongeng-dongeng Neneknya Elsa. Dan kebetulan saya juga tipe slow reader, maka jadilah buku ini sudah dibeli dari entah kapan tapi baru diselesaikan hari ini (red: 15 Februari 2017, Pilkada serentak, Libur! Hore!). Masih ada beberapa novel menunggu giliran untuk diselesaikan. Karena biasanya saya walaupun belum kelar baca buku, tapi sudah beli buku yang lain lagi. Satu lagi kebiasaan buruk yang harus saya bunuh di tahun 2017 ini.

Jarang-jarang saya baca buku sampai nangis gini. Cerita awalnya memang agak membingungkan, tapi lama-lama makin bikin penasaran. Yang bikin penasaran, dongeng yang Nenek buat itu ternyata berdasarkan kisah nyata. Gak seru sih kalau saya beberin disini gimana teka-tekinya. Jadi, harus dibaca aja pelan-pelan, nikmati proses dan kejutannya. Lalu tertawa dan menangislah! Atau menangis dan tertawalah! Sama saja.

Semua tokoh yang ada di dalam novel ini saya suka, kecuali Kent dan Sam pastinya! Terutama saya suka dengan karakter Britt-Marie. Jadi penasaran mau baca juga Britt-Marie Was Here sama A Man Called Ove. Keduanya karangan Mr.Backman juga.

Saya mau kasih beberapa adegan yang menurut saya bagus yang ada di dalam buku ini. Bukan spoiler, kok, cuma semacam scene yang saya suka gitu.

1. Halaman 62
Itu juga yang membuat mereka sulit dikalahkan karena mereka bisa menghilang ke dalam dinding-dinding, ke dalam tanah, atau melayang. Mereka ganas dan haus darah, dan jika kau tergigit, kau tidak hanya mati, takdir yang lebih kejam dan lebih mengerikan menantimu: kau akan kehilangan imajinasimu. Imajinasi akan melayang keluar dari lukamu yang menganga, meninggalkanmu dalam keadaan kelabu dan kosong. Kau semakin layu tahun demi tahun hingga tubuhmu hanyalah cangkang. Hingga tak seorang pun mengingat dongeng apa pun.
Dan tanpa dongeng, Miamas dan seluruh Tanah-Setengah-Terjaga akan tewas dalam kematian tanpa imajinasi. Kematian yang paling keji.

2. Halaman 119
"Hanya orang-orang berbeda yang mengubah dunia." Nenek pernah berkata. "Tidak ada orang normal yang mengubah apa pun."

3. Halaman 369
"Kemungkinan besar, mereka mengatakan banyak hal terkutuk tentang apa yang tidak boleh dilakukannya, untuk berbagai alasan yang berbeda. Tapi dia tetap saja melakukannya. Beberapa tahun setelah Nenekmu dilahirkan, mereka bilang perempuan tidak boleh memilih dalam pemilu, tetapi sekarang perempuan boleh memilih. Seperti itulah kau mempertahankan diri di hadapan orang-orang keparat yang menyuruhmu untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu. Kau lakukan saja, tidak ada bedanya."

4. Halaman 415
Salju turun lagi, dan Elsa memutuskan kalau bahkan orang-orang yang disukainya pernah bersikap buruk dalam kehidupannya, dia harus belajar untuk terus menyukai mereka. Kau akan kehabisan orang-orang jika harus menolak semua orang yang pernah bersikap buruk. Dia berpikir kalau ini bisa menjadi nilai moral dari kisah ini.

5. Halaman 440
"'Kita semua ingin dicintai'," Britt-Marie mengutip, "Jika itu gagal, dikagumi; jika itu gagal, ditakuti; jika itu gagal, dibenci dan tidak disukai. Demi apa pun, kita ingin memunculkan perasaan kepada orang lain. Jiwa membenci kekosongan. Demi apa pun, jiwa selalu ingin terhubung."

Masih ada beberapa scene yang mau saya kasih di post ini, sebetulnya. Tapi kalau saya kasih semua, nanti kejutannya jadi hilang. Lebihbaik, sih, langsung baca bukunya, yes :)

Ok, cao!
Salam damai semua!
Semoga malam ini kalian juga bisa pergi ke negeri dongeng impian, dimana perbedaan kalian tidak pernah mengganggu orang lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar